Rabu, 16 November 2011

jauh dimata dekat dihati

setelah hampir setahun bersahabat dan berpetualang  dan merantau bersama mereka harus berpisah. 5 bulan yang lalu dua orang sahabat harus berpisah karena sudah terjadi perbedaan visi misi diantara keduanya. selain perbedaan itu, yang menyebabkan mereka berpisah ruang dan waktu adalah adanya kesempatan dan harapan yang jauh berbeda satu dg lainnya. satu orang punya harapan dan kesempatan untuk tinggal di pulau yang damai di indonesia yakni pulau jawa, ia berkesempatan untuk memulai karier di jawa dengan segala pernak pernik kehidupan jawa. sementara satunya lagi punya harapan dan kesempatan untuk berkarier di pulau nan makmur di indonesia yakni pulau kalimantan.

awalnya perpisahan mereka terasa berat dan cukup membikin hati pilu. setiap hari di perantauan ia pandangi tempat duduk temannya yang kebetulan ada didepan meja kerja. kursi putar yang semula terduduki oleh seorang yang selalu ceria dan selalu tulus ikhlas dalam membantu, kini hampa tak berpenghuni. kursi itupun merasa kesepin dan kangen akan orang yang biasa menduduki itu. canda tawa yang yang biasanya terlontar disetiap jam di hape menunjukkan jam 10 an, kini sudah tiada lagi. yang ada hanyalah meja yang bersih dan tak ada tanda tanda kehidupan. sedih harus berpisah dengan sahabat yang setiap jumat sore ataupun sabtu malam selalu menyisir kota perantauan dan duduk menikmati indahnya pemandangan pelabuhan yang sangat megah yang baru aja selesai dibangun tapi kunjung beroperasi, konon pelabuhan itu dibangun diatas lahan yang masih terjadi sengketa. bagi kami, kami tidak pernah mempermasalahkan persengketaan pelabuhan itu, yang ada kami selalu memandangi liuliuk air yang terus menerus menari karena diterpa angin yang setia ada diatasnya.
bulan berganti bulan, perasaan sedih itu mulai terobati dan sudah menjadi terbiasa tanpa adanya sahabat.salah satu tips yang dia lakukan untuk menghilangkan rasa sedih itu, ia pindah tempat duduk ke tempat duduk temannya. perlahan perasaan sedih itu mulai hilang dan akhirnya sudah terbiasa. selamat jalan kawan semoga kau bahagia dan dapat meraih apa yang kamu citacitakan.
saat saat ini, dia merasa sedih lagi karena harus berpisah lagi dengan sahabatnya yang lain. sahabat itu harus pergi demi menjalankan amanah dan tugas untuk pindah ke kota yang lain. sahabat yang setiap hari selalu bersalaman dan menyapa , selalu bersama un tuk menunaikan shalat ashar berjamah, kini sudah tidak lagi.

pasti rasa kesepian akan dia alami lagi. selamat berjuang kawan, tabah sabar, shalat dan doa lah selaluagar kita senantiasa dalam ridhanya.

dunia ini selalu berputar, kadang diatas kadang ada disamping dan kadang pula ada disebelah bawah. ada canda, tawa diskusi untuk mencetak generasi yang lebh baik tapi kini tidak lagi terjadi.

aku mencintaimu, aku menyayangimu sahabat-sahabatku. kau selalu ada dihatiku meski jarak ribuan kilo memisahkan kita. aku berdoa dan berharap kita masih ditakdirkan untuk bertemu lagi, bersama lagi didunia ini.

0 komentar:

Poskan Komentar