Ibu, ya ibu kita tercinta. beliau telah mengandung dan melahirkan kita ke dunia. selama sembilan bulan 10 hari kita terus bersama ibu didalam rahimnya, tempat kita bertapa dan dari segumpal darah, segumpal daging , tulang belulang dan jadilah manusia yang lahir keduania dengan selamat dan dipenuhi kebahagiaan keluarga.
selama kurang lebih 2 tahun sesudah lahir kita terus membebani ibu siang dan malam tanpa henti. dipagi hari kita selalu dimandikan, di kasih bedak, dipakaikan baju, disusui dan diberi makan dengan makanan yang bergizi. siang hari kita terus dimanja di cium dipeluk, dibersihkan pipis dan eek kita. sore hari dimandikan lagi dibedaki lagi, dikasih pempes lagi di kasih susu dan diberi makan hingga kita kenyang dan segar bugar. malam hari kita membuat ibu tidak nyenyak tidur, terbangun di kala tengah malam bahkan sampai semalaman tidak bisa menemani kita, apalagi saat kita lagi sakit ibu tidak akan memejamkan matanya hingga melihat kita tidur pulas dan berhenti menangis. dini hari ibu terus terjaga dan gak bisa memejamkan matanya dengan sengaja demi menjaga kita agar kita baik-baik saja. hal itu terjadi terus menerus sampai kita menjadi anak-anak.
ibu dengan ikhlas dan tanpa mengharapkan sedikitpun balasan dari kita. ibu melakukan segala jerih payah dan menjaga kita sampai kita dewasa.
haripun berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun kitapun beranjak dewasa dan menjadi anak yang siap hidup ditengah masyarakat. ibu meyekolahkan kita di TK selama 2 tahun. pagi berangkat menjemput dan siang ikhlas menjemput kita dari sekolah. ibu, selalu tersenyum dan sedikitpun tidak pernah menunjukkan wajah sinis dan bengis pada kita. disetiap kita bandel ibu gak pernah menyakiti kita. ibu selalu menasehati agar kita lebih baik dan semakin baik lagi.
dua tahunpun berlalu, kita masuk SD. pagi-pagi bangun untuk membuat sarapan dan meman dikan kita. kita terus saja berontak saat dimandikan. kita berontak munkin karena kedinginan ataupun karena kita malas mandi. ibu tetap sabar dan penuh kehangatan memandikan kita. ibu pun menyuapi kita saat kita sarapan pagi. kita berkata: ibu, aku gak mau makan, aku males bu. kita terus saja berontak disetiap kita disuap ibu. sepanjang hari kita berontak karena gak mau makan. apa yang dilakukan ibu saat kita berontak? ibu selalu sabar " sayang, makan ya agar cepat gede, pintar, dan menjadi anak shaleh. ibu sayang kamu, ibu cinta kamu. jika makanannya habis ibu akan belikan maenan kesukaanmu". itulah yang dijanjikan dan dilakukan ibu buat kita, anak tercintanya.
tak terasa 12 tahun pun berlalu. kita masuk perguruan tinggi dan pergi meinggalkan ibu ke kota nan jauh di peraduan. ibu tak kuasa meneteskan air mata dan jatuh sakit saat kita tinggalka. bahkan kitapun berpamitan dengan ibu saat ibu berbaring lemas di atas tempat tidur. "ibu, maafkan anakmu yang tega meninggalkan ibu saat ibu sakit. anakmu gak bermaksud durhaka kepadamu. anakmu hanya ingin pergi belajar menimba ilmu di kota nan jauh untuk sementara waktu" . seiring begantinya hari, ibu pun perlahan ikhlas melepas kita pergi dan jauh dari pangkuannya. setiap hari anakmu belajar dengan tekun dak ikhlas dengan harapan bisa membahagiakan ibu.
4 tahunpun berlalu. anakmu sekarang sudah siap wisuda. ibupun mencium kening, dan mengatakan dengan lemah lembut di telinga "anakku, selamat ya nak, hari ini kamu wisuda. semoga dengan bekal ilmu yang kamu peroleh, kamu dapat hidup lebih baik dan menjadi anak yang shaleh yang membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat"
6 bulan setelah wisuda, anakmu pergi merantau di pulau nan jauh dan lebih jauh dari tempat menimba kuliah. tiap tahun anakmu selalu pulang untuk melepas kangen dan bersimpuh diperibaan ibu. ibu, kini anakmu sudah cukup umur dan bisa hidup mandiri berkat semua bimbingan, kasih sayang, cinta kasih, dan senyuman hangat yang selalu kau pancarkan setiap saat dikala ibu bersama anak.
setiap malam, anakmu selalu mendoakan mu. berdoa memohon kepada Allah agar engkau selalu sehat dan bahagia. ibu aku kangen kamu. kamu selalu hadir dan wajahmu selalu menghiasi setiap ayat-ayat suci alqur'an keluar dari mulut anakmu.
ibu, kini di akhir tahun 2011 ijinkanlah anakmu memberikan hadiah untuk ibu,. hadiah ini kecil dan tak ternilai jika dibandingkan dengan seluruh kasih sayangmu yang sangat besar. ibu, anakmu mohon ijin untuk membuat tempat berteduh untukmu. rumah sederhana untukmu ibu. ibu anakmu sayang banget padamu. ibu, anakmu ingin menjadi anak yang shaleh yang selalu membahagiakan ibu di dunia dan akhirat. ibu mohon terimalah persembahan hadiah ini untukmu. ibu, jasad kita memang berjauhan, tapi jiwa ibu dekat-dan dekatt sekali di hati ini. jiwa ibu yang selalu menjadikan anakmu ini selalu bersemangat dalam menjalani kehidupan di kota yang jauh dari peraduanmu.
ibu. aku sayang kamu.
Baca Selengkapnya »»